Saturday, November 30, 2019
4 tahun kuliahku hanya melawan diriku sendiri. ku. aku depresi melawan diriku sendiri. janya beberapa saat semangat. selanjutnya malas menyergap kembali. ingin kembali semangat teringat kemalasanku tadi. semakin ku lawan malah depresi yang kualami. aku sudah mencoba berbagai cara namun selalu saja kembali. saya bingung, linglung. saya tidak tahu apa yang terjadi nanti. rasa malas ini sudah keterlaluan. tetapi ketika mulai beranjak pergi, ia tetap saja kembali. mau seribu kata2 yang pernah kudengar tetap saja ia tak pergi. saya tidak tahu lagi, kemana saya pergi. malas, malas, dan malas. saya emosi sendiri. saya jengkel sendiri. saya dulu tidak begini kenapa saya jadi begini. sungguh tidak mempan banyak nasihat yang kuketahui. saya sudah bergerak, namun selalu saja kembali. ibarat saya punya energi sosial. energi yang seperti baterai. ketika saya semangat, ketika saya melakukan aktivitas positif, energi itu berkurang. ketika sudah habis saya harus mengisinya, dengan cara menyendiri. tidak bisa saya terus2an diluar, sungguh tidak bisa. sudah saya lakukan dari dulu namun sungguh mustahul dilakukan. saya perlu mencharge energi itu. namun pada waktu mencharge itulah sebenarnya malas itu datang. ibarat saya sudah berhasil melawan rasa malas, lalu saya harus membalasnya dengan malas2an lagi. apa yang harus saya lakukan lagi. rasanya saya ingin merestart hidup saya. tapi bagaimana caranya. mau melangkah maju tapi ya itu tadi. label malas saya sudah terlanjur mengecap di orang2. ya saya tau itu salah saya sendiri. saya memang salah, saya juga menyesal. lalu lagi2 kemalasan datang lagi. haaahhhhhhh, bingung sudah saya. saya ingin melawannya sekali lagi. bismillah..
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 komentar:
Post a Comment